Entri Populer

Jumat, 24 Februari 2012


MODULE PEMPROGRAMAN DASAR
VISUAL BASIC 6.0

BAB I
Pengenalan Visual Basic
Visual Basic adalah salah suatu development tools untuk membangun aplikasi dalam lingkungan Windows. Dalam pengembangan aplikasi, Visual Basic menggunakan pendekatan Visual untuk merancang user interface dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan dialek bahasa Basic yang cenderung mudah dipelajari. Visual Basic telah menjadi tools yang terkenal bagi para pemula maupun para developer dalam pengembangan aplikasi skala kecil sampai ke skala besar.

Dalam lingkungan Window's User-interface sangat memegang peranan penting, karena dalam pemakaian aplikasi yang kita buat, pemakai senantiasa berinteraksi dengan Userinterface tanpa menyadari bahwa dibelakangnya berjalan instruksi-instruksi program yang mendukung tampilan dan proses yang dilakukan.

Pada pemrograman Visual, pengembangan aplikasi dimulai dengan pembentukkan user interface, kemudian mengatur properti dari objek-objek yang digunakan dalam user interface, dan baru dilakukan penulisan kode program untuk menangani kejadiankejadian (event). Tahap pengembangan aplikasi demikian dikenal dengan istilah pengembangan aplikasi dengan pendekatan Bottom Up.

1.1.    IDE Visual Basic

Langkah awal dari belajar Visual Basic adalah mengenal IDE (Integrated Development Environment) Visual Basic yang merupakan Lingkungan Pengembangan Terpadu bagi programmer dalam mengembangkan aplikasinya. Dengan menggunakan IDE programmer dapat membuat user interface, melakukan koding, melakukan testing dan debuging serta menkompilasi  rogram menjadi executable. Penguasaan yang baik akan IDE akan sangat  membantu programmer dalam mengefektifkan tugas-tugasnya sehingga dapat bekerja dengan efisien.




1.2.    Menjalankan IDE

Salah satu cara untuk mengaktifkan IDE Visual Basic adalah  menjalankannya dari Menu Start, pilih menu Command, dan pilih Microsoft Visual Basic 6.0 dan akhirnya Microsoft Visual Basic 6.0.



Gambar 1-1. Mengaktifkan IDE Visual Basic 6.0

Catatan : Seperti aplikasi Windows umumnya, anda dapat juga mengaktifkan IDE Visual Basic dengan melakukan open terhadap file yang berkaitan dengan Visual Basic, misalnya file *.vbp yang merupakan file project dari Visual Basic.

1.3.    Memilih Jenis Project

Sesaat anda aktif di IDE Visual Basic, maka anda akan dihadapkan kepada suatu pilihan terhadap jenis Project yang ingin anda buat sebagaimana yang ditunjukan oleh Gambar 1-2.

Sebagai langkah awal dari proses belajar adalah memilih project Standard EXE.

Gambar 1-2. Dialog box New Project ditampilkan sesaat anda menjalankan IDE Visual Basic 6.
1.4.    Jendela IDE

IDE Visual Basic 6 menggunakan model MDI (Multiple Document Interface). Berikut ini adalah gambar yang menunjukan bagian-bagian dan nama-nama jendela yang dapat tampil pada IDE Visual Basic. Mungkin pada IDE anda hanya ditampilkan sebagian

Jendela dibandingkan dengan Gambar 1-3 anda tidak perlu terkejut, karena penampilan dari jendela-jendela tersebut dapat diatur dengan perintah pada menu View. Sebagai langkah awal dari proses belajar, tidak semua jendela akan kita gunakan, tetapi hanya beberapa yang penting, sedangkan yang lainnya bersifat khusus.



Gambar 1-3. IDE Visual Basic dengan jendela-jendela yang terbuka
Sebagaimana dengan proses belajar ini, kita akan fokus pada beberapa jendela yang penting terlebih dahulu sehingga konsentrasi tidak menjadi pecah, dan peserta belajar menjadi bingung. Adapun jendela-jendela yang perlu anda perhatikan adalah sebagai berikut :

    Menu Bar, digunakan untuk memilih tugas-tugas tertentu seperti menyimpan project, membuka project, dll
    Main Toolbar, digunakan untuk melakukan tugas-tugas tertentu dengan cepat
    Jendela Project, jendela ini berisi gambaran dari semua modul yang terdapat dalam aplikasi anda. Anda dapat menggunakan icon Toggle Folders untuk menampilkan modul-modul dalam jendela tersebut secara di group atau berurut berdasarkan nama. Anda dapat menggunakan Ctrl+R untuk menampilkan jendela project, ataupun menggunakan icon Project Explorer.
    Jendela Form Designer, jendela ini merupakan tempat anda untuk merancang user interface dari aplikasi anda. Jadi jendela ini menyerupai kanvas bagi seorang pelukis.
    Jendela Toolbox, jendela ini berisi komponen-komponen yang dapat anda gunakan untuk mengembangkan user interface
    Jendela Code, merupakan tempat bagi anda untuk menulis koding. Anda dapat menampilkan jendela ini dengan menggunakan kombinasi Shift-F7.
    Jendela Properties, merupakan daftar properti-properti object yang sedang terpilih. Sebagai contohnya anda dapat mengubah warna tulisan (foreground) dan warna latarbelakang (background). Anda dapat menggunakan F4 untuk menampilkan jendela properti.
    Jendela Color Palette, adalah fasilitas cepat untuk mengubah warna suatu object.
    Jendela Form Layout, akan menunjukan bagaimana form bersangkutan ditampilkan ketika runtime.

Jika jendela-jendela tersebut tidak ada, anda dapat memunculkannya dengan Menu View dan pilih :

    Project Explorer (Ctrl+R)
    Properties Windows (F4)
    Form Layout Windows
    Property Pages (Shift+F4)
    Toolbox
    Color Pallete
    Toolbars

1.5.    Tool Box

Jendela Toolbox merupakan jendela yang sangat penting bagi anda. Dari jendela ini anda dapat mengambil komponen-komponen (object) yang akan ditanamkan pada form untuk membentuk user interface.



Gambar 1-3. Toolbox Visual Basic 6 dengan semua kontrol intrinsic.
Adapun secara garis besar fungsi dari masing-masing intrinsic kontrol tersebut adalah sebagai berikut :

    Pointer bukan merupakan suatu kontrol; gunakan icon ini ketika anda ingin memilih kontrol yang sudah berada pada form.
    PictureBox adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan image dengan format: BMP, DIB (bitmap), ICO (icon), CUR (cursor), WMF (metafile), EMF (enhanced metafile), GIF, dan JPEG.
    Label adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan teks yang tidak dapatdiperbaiki oleh pemakai.
    TextBox adalah kontrol yang mengandung string yang dapat diperbaiki oleh pemakai, dapat berupa satu baris tunggal, atau banyak baris.
    Frame adalah kontrol yang digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya.
    CommandButton merupakan kontrol hampir ditemukan pada setiap form, dan digunakan untuk membangkitkan event proses tertentu ketika pemakai melakukan klik padanya.
    CheckBox digunakan untuk pilihan yang isinya bernilai yes/no, true/false.
    OptionButton sering digunakan lebih dari satu sebagai pilihan terhadap beberapa option yang hanya dapat dipilih satu.
    ListBox mengandung sejumlah item, dan user dapat memilih lebih dari satu
    (bergantung pada property MultiSelect).
    ComboBox merupakan konbinasi dari TextBox dan suatu ListBox dimana pemasukkan data dapat dilakukan dengan pengetikkan maupun pemilihan.
    HScrollBar dan VScrollBar digunakan untuk membentuk scrollbar berdiri sendiri.
    Timer digunakan untuk proses background yang diaktifkan berdasarkan interval waktu tertentu. Merupakan kontrol non-visual.
    DriveListBox, DirListBox, dan FileListBox sering digunakan untuk membentuk
    dialog box yang berkaitan dengan file.
    Shape dan Line digunakan untuk menampilkan bentuk seperti garis, persegi, bulatan, oval.
    Image berfungsi menyerupai image box, tetapi tidak dapat digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya. Sesuatu yang perlu diketahui bahwa kontrol image menggunakan resource yang lebih kecil dibandingkan dengan PictureBox
    Data digunakan untuk data binding
    OLE dapat digunakan sebagai tempat bagi program eksternal seperti Microsoft Excel, Word, dll.

1.6.    Mengatur Lingkungan Kerja Visual Basic

Pengaturan IDE Visual Basic dapat dilakukan dengan menu Tools, Option, pengaturan dapat dilakukan sesuai dengan selera dan kebiasaan programmer sehingga dapat bekerja dengan baik dan efektif. Mulai Visual Basic 5.0, IDE Visual Basic memperkenalkan MDI Developement Environment, dan beberapa hal dapat diatur dengan menggunakan menu Tools, Option adalah sebagai berikut :

    Mengatur Editor



Catatan :
Sebagai programmer pemula, penulis menyarankan agar senantiasa mengaktifkan Require Variable Declaration yang berarti bahwa setiap variabel yang dipakai dalam program yang akan kita buat harus dideklarasikan terlebih dahulu.




    Mengatur Format Editor



    Mengatur Hal-hal yang General







    Mengatur Docking Jendela



    Mengatur Environment







    Mengatur SDI Developmen Envirinment atau MDI



Catatan
Pada latihan berikut ini mengandung pembelajaran step by step, tetapi sebelum anda memulai latihan ini sebaiknya anda membaca semua tulisan modul ini. Penulis tidak akan berpanjang lebar dengan teori-teori pemrograman, tetapi sebaiknya kita dapat langsung bekerja dan memahami dasar-dasar dari Visual Basic. Semua latihan ini dirancang berdasarkan pengalaman penulis dalam pengajaran untuk proses pembelajaran yang efektif


BAB II
Bahasa Visual Basic Aplication

Dasar dari pemrograman pada Visual Basic adalah VBA yang menggunakan dialek Basic. Bagi anda yang pernah belajar bahasa Basic, tidak akan sulit untuk belajar VBA.

Jadi penguasaan terhadap VBA merupakan syarat mutlak bagi programmer yang ingin mendalami pemrograman Visual Basic.

Type Variable



Tabel 1-1. Type variabel, pemakaian storage dan jangkauan masing-masing

Catatan penulis :
Sebagai awal proses belajar, anda tidak perlu terlalu dipusingkan oleh banyaknya tipe data yang disediakan oleh Visual Basic, yang penting adalah kalau anda membutuhkan tipe data berupa kondisi benar (true) atau salah (false), anda dapat menggunakan tipe Boolean. Kalau anda membutuhkan bilangan bulat (integer), anda dapat memilih salah satu dari byte, integer, long sesuai dengan jangkauan yang dibutuhkan, sedangkan kalau anda membutuhkan tipe pecahkan (floating point) anda dapat memilih single, double, dan decimal sesuai dengan ketelitian yang dibutuhkan. Khusus untuk uang dapat digunakan currency, khusus untuk tanggal dan waktu dapat digunakan date, dan untuk kalimat dapat digunakan string.

Ada apa dengan Variant ?
Variant merupakan tipe data khusus yang sangat digemari oleh programmer pemula, karena variabel dengan tipe data ini dapat menampung data dari semua tipe variabel yang ada tanpa  penyebabkan kesalahan pada saat kompilasi maupun runtime. Tetapi penulis menyarankan untuk tidak terlena dengan tipe data ini, karena pada pengembangan  selanjutnya (VB.net), tipe data ini tidak didukung lagi, karena tipe ini dapat menyebabkan bugs jika program telah berkembang menjadi besar.

Oprator Pada Visual Basic dan Urutan Oprasinya

Visual basic meyediakan operator aritmatika, komparasi dan logika, salah satu hal yang harus dipahami oleh programmer adalah tata urutan operasi dari masing-masing operator tersebut sehingga mampu membuat ekspresi yang akan menghasilkan nilai yang benar,  Tabel 1-2, menunjukkan operator dan urutan operasinya dari atas kebawah.

Contoh :
A = 1 + 2 * 3 '        Akan menghasilkan  7
B = (1 + 2) * 3 '    Akan menghasilkan  9



Tabel 1-2. Operator pada Visual Basic dan urutan operasi dari atas ke bawah

Catatan :
Salah satu bugs yang sering terjadi pada programmer pemula adalah kesalahan dalam pemakaian operator karena kurangnya memahami urutan operasi.





Oprator Like

Salah satu operator yang menarik untuk dibahas adalah operator like, karena operator ini tidak tersedia pada bahasa BASIC. Operator digunakan untuk operasi pencocokan pola pada string yang akan sangat membantu programmer.

Syntax :
result = string Like pattern



Tabel 1-3. Character dalam pencocokan pola pada operator Like

Contoh :

• MyCheck = "aBBBa" Like "a*a"         ' Returns True.
• MyCheck = "F" Like "[A-Z]"        ' Returns True.
• MyCheck = "F" Like "[!A-Z]"         ' Returns False.
• MyCheck = "a2a" Like "a#a"         ' Returns True.
• MyCheck = "aM5b" Like "a[L-P]#[!c-e]"     ' Returns True.
• MyCheck = "BAT123khg" Like "B?T*"     ' Returns True.
• MyCheck = "CAT123khg" Like "B?T*"

Deklarasi Variable I

Visual Basic memungkinkan kita untuk menggunakan variabel tanpa deklarasi. Tetapi hal ini adalah kurang baik untuk praktek pemrograman yang terstruktur dan menghindari kesalahan pengolahan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam pengetikkan nama variabel.

Agar setiap variabel yang digunakan harus dideklarasikan, dapat digunakan perintah :

Option Explicit
Pada setiap awal module, atau pada menu Tools, pilih Option, pilih tab Editor, buat tanda check pada Require Variable Declaration. Deklarasi variabel pada Visual Basic dapat dilakukan dengan Keyword berikut :



Tabel 1-4. Keyword pada deklarasi variabel

Syntax :
<keyword> NamaVariabel [As TypeVariabel]

Contoh :
Dim Nama As String

Catatan :
Penjelasan tentang Public, Private, dan Static akan menjadi lebih mudah setelah anda mempelajari topik Module, Sub dan Function

Konvensi Penamaan Dalam Visual Basic
Ketika anda menulis Code Visual Basic, anda mendeklarasikan banyak elemen (Sub dan
Function procedures, variables, constants,dan lainnya). Nama dari procedure, variabel,
dan konstanta yang mana anda deklarasi pada Visual Basic harus mengikuti petunjuk
berikut :

•    Harus dimulai dengan suatu Huruf
•    Tidak dapat mengandung titik atau spesial karakter
•    Tidak dapat lebih dari 255 huruf, nama dari kontrol, form, class, dan module tidak dapat melebihi 40 karakter.
•    Tidak dapat sama dengan keywords yang tercadang.

Keyword yang tercadang adalah kata yang Visual Basic gunakan sebagai bagian dari bahasanya. Ini terdiri dari predefined statements (seperti If dan Loop), function (seperti Len dan Abs), dan operator (seperti Or dan Mod).
Deklarasi Variable II

•    Deklarasi variabel pada bagian deklarasi (general declaration) di suatu form, standard, atau class module, dari pada dalam suatu procedure, membuat variabel itu berlaku untuk semua procedure dan function dalam module tersebut

•    Deklarasi variabel dengan menggunakan keyword Public membuatnya berlaku pada keseluruhan aplikasi anda.
•    Deklarasi suatu variabel lokal dengan menggunakanan keyword Static akan menyimpan nilainya ketika suatu procedure berakhir.

Deklarasi Implicit

Anda tidak perlu mendeklarasikan suatu variabel sebelum menggunakan, tetapi fasilitas ini tidak disarankan oleh penulis, karena dapat mengakibatkan bug-bug tersembunyi karena pemakaian variabel yang tidak konsisten dan kemungkinan kesalahan pengetikan nama variabel.

Defaultnya Visual Basic menggunakan Deklarasi Implicit.

Deklarasi Explicit

Untuk mencegah kesalahan mengetik variabel, dan Visual Basic akan selalu memberikan peringatan jika menemukan nama yang tidak dideklarasikan terlebih dahulu sebagai suatu variabel.

Catatan :
Pernyataan Option Explicit hanya bekerja per-module, sehingga harus diletakkan pada bagian deklarasi pada setiap form, dan class module yang mana anda ingin Visual Basic memaksakan suatu explicit variabel deklarasi.


Mengenal Struktur Kendali

Struktur kendali memungkinkan anda untuk mengatur jalannya program anda, Jika membiarkan tanpa di periksa oleh statement control-flow, suatu logika program akan berjalan dari kiri ke kanan dan dari atas kebawah. Hanya program yang sangat sederhana dapat ditulis tanpa statement control-flow.

Struktur Keputusan

Struktur keputusan yang didukung oleh Visual Basic adalah sebagai berikut :

If …Then

Gunakan suatu struktur If...Then untuk menjalankan suatu pernyataan secara kondisional. Anda dapat menggunakan syntax satu baris ataupun syntax banyak baris :

If kondisi Then pernyataan
atau
If kondisi Then
pernyataan-pernyataan
End If

Kondisi biasanya berupa suatu perbandingan, maupun ekspresi yang menghasilkan nilai numerik. Visual Basic menginterpretasikan False sebagai nol (0), dan True sebagai bukan nol.

If…Then…Else

Gunakan If…Then…Else untuk mendefinisikan beberapa blok pernyataan yang akan dijalankan salah satu berdasarkan kondisi yang memenuhi syarat

If kondisi1 Then
[blok pernyataan-1]
[ElseIf kondisi2 Then
[blok pernyataan-2]] ...
[Else
[blok pernyataan-n]]
End If

Visual Basic awalnya akan mencoba kondisi1. Jika False, maka Visual Basic akan memeriksa kondisi2, dan seterusnya sampai menemukan suatu kondisi True untuk dijalankan blok pernyataannya.

Contoh :

If JlhRec > 0 Then
Posisi = 1
Else
Posisi = 0
End If

Select Case

Visual Basic menyediakan struktur Select Case sebagai suatu alternatif terhadap If...Then...Else. Suatu Select Case statement memiliki kemampuan yang sama dengan If…Then…Else…, tetapi membuat code lebih mudah dibaca.

Struktur Select Case bekerja dengan suatu percobaan tunggal yang hanya dievaluasi satu kali pada bagian atas struktur. Visual Basic then membandingkan hasil ekspresi dengan nilai pada setiap Case didalam struktur tersebut, jika ada yang sesuai, akan dijalankan blok statement yang sesuai.

Select Case ekspresiyangdicoba
[Case ekspresi1
[blokpernyataan-1]]
[Case ekspresi2
[blokpernyataan-2]]

[Case Else
[blokpernyataan-n]]
End Select




Contoh :

Select Case x
Case 0: angka = "Nol"
Case 1:
If posisi = 1 Then
angka = "Satu "
Else
angka = "Se"
End If
Case 2: angka = "Dua "
Case 3: angka = "Tiga "
Case 4: angka = "Empat "
Case 5: angka = "Lima "
Case 6: angka = "Enam "
Case 7: angka = "Tujuh "
Case 8: angka = "Delapan "
Case 9: angka = "Sembilan "
Case 10: angka = "Sepuluh "
Case 11: angka = "Sebelas "
Case 12: angka = "Duabelas "
Case 13: angka = "Tigabelas "
Case 14: angka = "Empatbelas "
Case 15: angka = "Limabelas "
Case 16: angka = "Enambelas "
Case 17: angka = "Tujuhbelas "
Case 18: angka = "Delapanbelas "
Case 19: angka = "Sembilanbelas "
End Select

Deklarasi Konstanta

Anda sering menjumpai suatu kode yang mengandung nilai yang berulang-ulang ataupu nilai yang memiliki arti khusus, atau anda menemukan bahwa angka tersebut susah diingat. Dalam hal ini anda dapat membuat code anda menjadi lebih mudah dibaca-lebih mudah ditangani-dengan menggunakan suatu konstanta. Suatu konstanta adalah nama yang menyimpan dari suatu nilai yang tidak dapat berubah. Ada dua sumber dari suatu konstanta :



•    Intrinsic atau System-defined konstanta yang disediakan oleh suatu aplikasi atau control. Konstanta Visual Basic terdaftar pada Visual Basic (VB), Visual Basic for Application (VBA), dan Data Access (DAO).
•    Symbolic atau User-defined konstanta adalah dideklarasikan dengan menggunakan statement Const.

Membuat Konstanta Anda Sendiri

Syntax untuk deklarasi konstanta adalah :

[Public|Private] Const constantname [As type] = expression

Contoh :

Const Pi = 3.12159265358979
Public Const Planet As Integer= 9
Const ReleaseDate = #7/1/95#

Scope dari suatu user-defined konstanta

Membuat suatu konstanta yang mana hanya ada dalam suatu procedure, deklarasikan di dalam procedure tersebut

•    Membuat suatu konstanta berlaku pada semua procedure dalam suatu module, deklarasikan dia pada bagian deklarasi di module tersebut
•    Membuat suatu konstanta berlaku pada semua aplikasi, deklarasikan dia dengan keyword Public sebelum kata Const.

Struktur Perulangan

Struktur loop memperbolehkan anda untuk melaksanakan sekelompok baris lebih dari satu kali :

Do...Loop

Gunakan Do loop untuk mengeksekusi suatu blok statement dengan jumlah perulangan yang tak terhingga, ada beberapa Do...Loop statement, tetapi masing-masing mengevaluasi suatu kondisi untuk menentukan apakah melanjutkan eksekusi Berikut ini adalah statement Do…Loop, yang dijalankan selama kondisi benar :

Do While condition
statements
Loop

Ketika Visual menjalankan Do loop ini, pertama kali akan di coba kondisinya, jika kondisi False (zero), akan diloncati semua statements yang mengikuti kondisi tersebut. Visual Basic akan menjalankan statements jika kondisi benar dan kembali ke Do…Loop berikutnya.

Function Faktorial (x)
Dim Hasil As Double
Dim Count As Long
Hasil = 1
count = 2
Do While Count <= x
Hasil = Hasil * count
count = count + 1
Loop
Faktorial = count
End Function

Variasi lain dari statement Do…Loop, yang menjamin minimal satu kali statement dijalankan :

Do
statements
Loop While condition
Dua variasi yang analog dengan dua contoh sebelumnya adalah perulangan minimal satu kali. Dan berikut ini adalah berulang atau tidak sama sekali :

Do Until condition
statements
Loop
Do
statements
Loop Until condition

For...Next

Do loops bekerja dengan baik, ketika anda tidak tahu berapa bayak kali untuk butuhkan untuk menjalankan statement. Ketika anda mengetahui harus menjalankan statement sejumlah kali, bagaimanapun For…Next adalah pilihan yang lebih baik. Tidak seperti Do Loop, For…loop menggunakan suatu variabel yang disebut counter yang mana akan bertambah atau berkurang pada setiap perulangan. Syntaxnya adalah :

For counter = start To end [Step increment]
statements
Next [counter]

Argumen counter, start, end, dan increment semuanya adalah numerik

1.    Dalam melakukan For loop, Visual Basic :
2.    Menset nilai counter sama dengan start
3.    Mencoba apakah counter lebih besar dari end. Jika ya, Visual Basic  meninggalkan looping tersebut.
4.    Menjalankan statements tersebut.
5.    Menaikkan counter dengan 1 atau dengan nilai step yang ditentukan
6.    Mengulangi langkah 2 sampai 4

Code berikut akan mencetak semua item yang terdapat pada suatu daftar list.

Private Sub Form_Click ()
Dim I As Integer
For i = 0 To List1.ListCount-1
Print List1.List(I)
Next
End Sub
Struktur Kendali Nested

Anda dapat meletakkan suatu struktur kendali didalam struktur kendali lainnya, yang dikenal dengan istilah nested. Struktur kendali pada Visual Basic dapat nested sebanyak level yang anda inginkan.

Meninggalkan suatu Struktur Kendali

Statement Exit memperbolehkan anda untuk keluar langsung dari suatu For loop, Do Loop, syntax untuk statement Exit adalah sederhana : Exit For dapat muncul sebanyak mungkin dalam suatu For. Loop, demikian juga Exit Do untuk Do loop.

For counter = start To end [Step increment]
[statementblock]
[Exit For]
[statementblock]
Next [counter[, counter] [,...]]
Do [{While | Until} condition]
[statementblock]
[Exit Do]
[statementblock]
Loop

Statement Exit Do bekerja pada semua versi syntax Do loop. Exit For dan Exit Do adalah kadang-kadang perlu untuk keluar dari suatu loop dengan segera, tanpa melakukan iterasi yang berikutnya.


Module Pada Visual Basic

Visual Basic menyediakan module yang dapat digunakan untuk memuat fungsi,subrutin, konstanta, variabel dan type ciptaan yang akan disediakan bagi keseluruhan project. Untuk membuat module dalam project anda dapat menggunakan perintah Project, Add
Module.



Sesaat setelah anda menambahkan module, maka pada Jendela Project Explorer akan nampak Module1



Untuk melakukan koding, anda dapat melakukan double klik pada Module tersebut.


Deklarasi Variabel Pada Module

Pada Module anda dapat mendeklarasikan variabel dengan awalan DIM, PRIVATE maupun PUBLIC, dimana awalan DIM dan PRIVATE anda membentuk variabel Module Level (hanya berlaku didalam pemakaian module bersangkutan), sedangkan awalan PUBLIC akan menghasilkan variabel Global yang akan berfungsi bagi keseluruhan
Program.

Contoh :

Dim A as Integer        'Variabel A adalah Module Level
Private B as Integer 'Variabel B adalah Module Level
Public C as Integer  'Variabel C dapat digunakan oleh program
    Keseluruhan

Deklarasi Fungsi dan Sub

Sub dan Function yang dideklarasikan dalam suatu Module bersifat Global bagikese luruhan program, kecuali kalau diawali dengan awalan PRIVATE.

Contoh :

Sub Tengah(x)
x.Move (Screen.Width - x.Width) \ 2, _
(Screen.Height - x.Height) \ 2
End Sub

Sub Tengah diatas berlaku untuk program secara keseluruhan.

Mengenal Procedure

Procedure digunakan untuk memadatkan tugas-tugas berulang ataupun proses yang digunakan bersama, seperti perhitungan yang sering dilakukan, text dan manipulasi kontrol, serta operasi database.

Secara umum ada dua keuntungan dengan pemakaian procedure dalam program :

1.    Procedure memungkinkan anda untuk memecahkan program anda pada unit logika yang lebih kecil, sehingga anda dapat dengan mudah melakukan proses debug dari pada jika keseluruhan program tanpa menggunakan procedure.

2.    Procedure yang digunakan dalam suatu program dapat bertindak sebagai suatu blok yang dibangun untuk program lain dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan sama sekali.

Ada beberapa jenis procedure yang digunakan dalam Visual Basic

•    Sub procedure yang tidak menggembalikan nilai
•    Function procedure yang mengembalikan nilai
•    Property procedure yang dapat mengembalikan nilai dan diisi nilai yang mengacu pada suatu objek.

Sub Procedure

Syntax penulisan Sub procedure:

[Private|Public][Static]Sub namaprosedur (argumen-argumen)
pernyataan-pernyataan
End Sub

Setiap kali procedure dipanggil, maka pernyataan-pernyataan yang berada di antara Sub dan End Sub akan dijalankan.

Argumen pada procedure adalah nilai yang akan dilewatkan saat pemanggilan procedure.

Di Visual Basic Sub Procedure dapat dibagi atas dua yaitu :

•    General Procedure
procedure yang diaktifkan oleh aplikasi
•    Event Procedure
Procedure yang diaktifkan oleh system sebagai respon terhadap event.

Contoh, sub Tengah yang dapat digunakan untuk menampilkan form ketengah Layar, dimana x adalah parameter yang merupakan form yang akan dibuat ketengah layar.

Sub Tengah(x As Form)
x.Top = (Screen.Height - x.Height) \ 2
x.Left = (Screen.Width - x.Width) \ 2
End Sub

Private Sub Form_Load()
Call Tengah(Me)
End Sub

Function Procedure

Pada Visual Basic telah tersedia berbagai fungsi bawaan seperti Sqr, Cos, dan Chr, tetapi fungsi-fungsi yang tersedia tersebut bersifat umum dan kandang-kadang tidak memenuhi kebutuhan programer, untuk keperluan tersebut anda dapat menciptakan fungsi-fungsi sendiri yang dikenal dengan Function procedure.

Adapun syntax penulisan function procedure :

[Private|Public][Static]Function namaprocedure (argumen-argumen) [As type]
statements
End Function

Ada tiga perbedaan antara function dan procedure :

•    Umumnya anda dapat memanggil suatu function dengan mengikutkan nama function sisi kanan dari statement atau ekspresi. (returnvalue = function()).
•    Function memiliki type data seperti suatu variabel. Ini menentukan type yang dari nilai yang dikembalikan.
•    Nilai kembali dimasukkan ke namafunction itu sendirinya, dan suatu function dapat menjadi bagian dari suatu ekspresi yang panjang.

Contoh Fungsi ciptaan untuk mengembalikan nama bulan dari suatu tanggal dalam bahasa Indonesia.

Function Bulan(x As Date)
Dim sRet As String
Select Case Month(x)
Case 1: sRet = "Januari"
Case 2: sRet = "Februari"
Case 3: sRet = "Maret"
Case 4: sRet = "April"
Case 5: sRet = "Mei"
Case 6: sRet = "Juni"
Case 7: sRet = "Juli"
Case 8: sRet = "Agustus"
Case 9: sRet = "September"
Case 10: sRet = "Oktober"
Case 11: sRet = "Nopember"
Case 12: sRet = "Desember"
Case Else
sRet = "tidak sah"
End Select
Bulan = sRet
End Function

KALO MAU KONSUL HUBUNGI SAYA

0858-4117-1189

Kamis, 23 Februari 2012

Sedikit Tentang Delphi

Teknologi informasi pada zaman modern ini berkembang sangat pesat. Tidak hanya pada satu bidang, tetapi juga semua bidang. Merambah dunia usaha, industri, hingga instansi pemerintah. Teknologi informasi terkait erat dengan istilah perangkat lunak (software). Perangkat lunak (software) merupakan jembatan penghubung antara user dengan perangkat keras (hardware) komputer. Tanpa perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware) dari suatu komputer tak lebih dari suatu benda mati yang tidak dapat dimanfaatkan oleh user. Ada banyak perangkat lunak (software) yang digunakan dalam kehidupan sehari‐ hari, seperti Microsoft Word, Adobe Reader, Corel DRAW, dan lain‐ lain. Perangkat lunak (software) tersebut merupakan beberapa contoh dari perangkat lunak aplikasi (application software). Perangkat lunak aplikasi (application software) adalah perangkat lunak (software) yang secara khusus digunakan untuk kebutuhan pengolahan data tertentu sehingga peran dari penggunanya adalah murni sebagai seorang user. Ada pula perangkat lunak (software) yang dapat digunakan sebagai sarana untuk membuat perangkat lunak (software) lainnya atau aplikasi. Perangkat lunak (software) seperti ini  dinamakan perangkat lunak bahasa pemrograman (programming language software). Dengan perangkat lunak bahasa pemrograman (programming language software) ini, Software Engineer dapat membuat, merancang, dan mengatur sendiri interface beserta fasilitas perangkat lunak (software) yang akan dibuat. Perangkat lunak (software) yang dapat ditangani oleh perangkat lunak bahasa pemrograman (programming language software) meliputi banyak bidang misalnya aplikasi perkantoran, aplikasi perbankan, aplikasi desain grafis, aplikasi desktop, dan lain‐ lain. Dalam buku ini, perangkat lunak bahasa pemrograman (programming language software) yang dikupas adalah bahasa pemrograman Delphi.

1.1. Mengenal Delphi
Salah satu perangkat lunak bahasa pemrograman (programming language software) yang menduduki
peringkat 50 (lima puluh) besar dunia adalah Borland Delphi. Borland Delphi menggunakan bahasa
pemrograman Pascal. Bahasa pemrograman ini dipakai pertama kali pada perangkat lunak bahasa
pemrograman (programming language software) yang bernama Turbo Pascal. Pascal juga merupakan
salah satu produk legendaries dari Borland. Sekitar tahun 90‐ an, Pascal pernah menjadi perangkat lunak
bahasa pemrograman (programming language software) popular yang menjadi pilihan dari Software
Engineer. Hal ini karena bahasa Pascal mudah dipelajari.
Banyak jenis aplikasi yang dapat dibuat oleh bahasa Pascal. Seiring dengan perkembangan dunia
Teknologi Informasi, bahasa pemrograman juga turut berkembang. Yang semula masih menggunakan
text mode kemudian berkembang menjadi bahasa pemrograman dengan GUI yang sangat menarik.
Perkembangan tersebut tidak lepas dari pengaruh perkembangan sistem operasi (operating system).
Dahulu Turbo Pascal digunakan untuk sistem operasi (operating system) yang masih menggunakan DOS
(Disk Operating System). Karena Microsoft mulai banyak mengeluarkan varian sistem operasi yang
mendukung GUI, seperti Windows 95, Windows 98, sampai dengan Windows Vista, mau tidak mau
Borland pun harus menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Pada akhirnya muncullah perangkat
lunak bahasa pemrograman (programming language software) yang bernama Borland Delphi hingga
Turbo Delphi. Versi terbaru adalah Delphi 2009. Meski ada banyak versi Delphi, teknikal pemrograman
yang dibahas dalam buku ini adalah Delphi 7. Versi ini dipilih karena mempunyai fitur dan fasilitas yang
mencukupi, kinerja yang bagus pada spesifikasi perangkat keras (hardware) minimum, di samping itu
cukup popular dan banyak digunakan oleh Software Engineer.
Sekilas mungkin terlintas pertanyaan di benak Anda. Mengapa Borland Delphi menjadi bahasa
pemrograman yang begitu popular ? Jawabannya adalah, Borland Delphi mempunyai banyak fasilitas dan bahasa pemrograman ini relative mudah dipelajari dan digunakan. Delphi mendukung berbagai fasilitas
yang tidak dimiliki oleh bahasa pemrograman lain, misalnya fasilitas source completion, tool database
desktop, xml converter, Microsoft Office Component Connector, Corba, BDE, dan masih banyak lagi.
Delphi adalah salah satu aplikasi pemrograman yang menarik. Delphi bukan hanya digunakan untuk
perancangan aplikasi desktop ataupun console, tetapi juga web development. Oleh karena fungsinya
sangat beragam, Borland Delphi dikenal sebagai bahasa pemrograman Rapid Application Development
(RAD).
Salah satu fasilitas bahasa pemrograman Delphi yang paling banyak digunakan dan paling banyak
membantu dalam proses pembuatan program adalah fasilitas source completion. Source completion
adalah fasilitas yang disediakan oleh Delphi yang mampu digunakan untuk melengkapi kode yang
dituliskan pada kode editor secara otomatis. Dengan fasilitas ini penulisan listing program akan menjadi
lebih cepat. Tentu saja hal ini akan semakin menghemat waktu, biaya, dan tenaga.
Anda membutuhkan database? Delphi juga dapat menangani kebutuhan database Anda secara langsung,
dengan dukungan database desktop. Pembuatan report juga dapat ditangani secara langsung oleh Delphi.
Dalam hal pembuatan report, Delphi telah menyediakan aplikasi tambahan yang dinamakan Quick Report
dan Rave Report. Quick Report dan Rave Report adalah tool yang dirancang khusus untuk menangani
report. Tool ini sudah ada dalam paket Delphi. Jadi, Delphi merupakan paket bahasa pemrograman yang
lengkap dan patut dijadikan pilihan oleh Anda.

1.2. Produk dari Delphi
Sebagai bahasa pemrograman yang bersifat Rapid Application Development (RAD), Delphi telah
menghasilkan beberapa aplikasi sebagai berikut ini :
 Accounting : Intuit Lacerte, Spryka Desktop Budget .
 Business : Atlantis Word Processor, SME:Service Management Enterprise Service management
software.
 CodeGear Products : CodeGear Delphi, CodeGear C++ Builder, Borland JBuilder versions 1 and 2.
 Communication : Globestar Systems Connexall (Event Notification and Presence Management
Platform).
 Database Management/Development : MySQL Tools (Administrator, Query Browser), TOAD, SQL
Maestro
 Email Marketing : Spryka Epostmailer
 Engineering Software : Altium Designer/Protel (electronics design), OrcaFlex (offshore structural
analysis).
 Image Viewers : FastStone Image Viewer, FuturixImager, Photofiltre, BioniX Wallpaper Changer.
 Internet Messaging : Skype (VoIP and IM), QIP (IM), The Bat! (e‐ mail client), PopTray (e‐ mail checker),
FeedDemon (feed viewer), XanaNews, Xnews (newsgroup reader).
 Music Production : FL Studio.
 Point of Sale and Retail Management : Infinity RMS by Triquestra International .
 Software Development : Dev‐ C++ (IDE), DUnit (unit testing), Help & Manual (help system authoring),
Inno Setup (installer engine), Game Maker .
 Web Authoring : Macromedia HomeSite (HTML editor), TopStyle Pro (CSS editor), Macromedia
Captivate (screencast) .
 Web Browsers (MSIE shells) : Avant Browser, Netcaptor.

Utilities : Spybot ‐ Search & Destroy, Ad‐ Aware (anti‐ spyware), jv16 PowerTools, Total Commander
(file manager), Copernic Desktop Search, PowerArchiver, Beyond Compare(file comparison),
WordWeb (dictionary/thesaurus).
1.3. Kebutuhan Instalasi Delphi
Untuk melakukan instalasi dari Delphi, sistem operasi Window Anda harus telah didukung beberapa
aplikasi eksternal Window. Beberapa syarat aplikasi eksternal yang harus dipenuhi sebagai berikut :
 Microsoft .NET Framework 2.0.
 Microsoft Direct Access Object 2.8.
 Microsoft Internet Explorer v6.0 SP1.
 Microsoft XML Core Services (MSXML) v4.0 SP2.
 Microsoft Visual J# .NET v2.0 Redistributable.
Jika pada sistem operasi Windows yang Anda gunakan ternyata belum memenuhi syarat aplikasi yang
disebutkan, maka installer Delphi akan meng‐ instalasi‐ nya secara otomatis. Selain itu, instalasi Delphi
juga membutuhkan spesifikasi tertentu pada komputer yang Anda gunakan, sesuai dengan kebutuhan
minimum Delphi.
Ketentuan sistem minimum komputer yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :
 Intel Pentium atau kompatibel, kecepatan prosesor minimal 1.4 GHz (disarankan 2 GHz).
 1 GB RAM (direkomendasikan 2 GB).
 3 GB ruang kosong pada hard disk untuk Delphi.
 750 MB ruang kosong pada hard disk untuk persyaratan.
 DVD‐ RW/ROM Drive.
 Monitor 1024 x 768 piksel atau monitor dengan resolusi lebih tinggi.
Berikut ini adalah daftar jenis sistem operasi Windows yang mendukung Delphi :
 Microsoft Windows 2000 (SP4 atau yang lebih tinggi).
 Microsoft Windows XP Home atau Professional (SP3 atau yang lebih tinggi).
 Microsoft Windows Vista SP1 (memerlukan administrator policy).
 Microsoft Windows Server 2003 (SP1).
 Microsoft Windows Server 2008.
Setelah memahami dan memenuhi kebutuhan perangkat lunak (software) dan perangkat keras
(hardware) untuk meng‐ instal Delphi, Anda dapat melanjutkannya dengan melakukan instalasi Delphi di
komputer.

Integrated Development Environment atau IDE adalah sebuah lingkungan terintegrasi yang digunakan
pada proses pengembangan perangkat lunak (software). Delphi menyediakan IDE untuk digunakan oleh
Software Engineer dalam proses pengembangan dari aplikasi secara cepat dan mudah.

2.1. Mengenal IDE Delphi

IDE adalah bagian dari Delphi yang digunakan untuk menciptakan aplikasi. Dengan IDE secara visual, para
Software Engineer dapat merancang tampilan untuk para user interface (antarmuka pengguna) dan
melakukan penulisan skrip program (kode program).




Pada saat pertama kali dipanggil, akan muncul beberapa tools utama dalam Delphi IDE, yaitu Menu,
Toolbar, Component Palette, Object Inspector, Object Treeview, Code Editor, Project Manager, dan
beberapa tools lain. Semua fasilitas dan fitur tersebut mempunyai tujuan untuk membuat para
pengembang aplikasi dapat mengembangkan aplikasi secara mudah dan cepat.

2.2. Menu dan Toolbar

Window utama Delphi terdiri atas menu, toolbar, dan Component Palette. Menu yang ada dalam Delphi
berisi sejumlah besar perintah yang sebagian diantaranya mempunyai shortcut key yang dapat
dipergunakan untuk akses cepat menggunakan keyboard.









Toolbar yang ada dalam bahasa pemrograman Delphi berupa sekumpulan tombol untuk fungsi‐ fungsi
yang sering dipergunakan oleh Software Engineer. Toolbar tersebut dikelompokkan dalam beberapa
kelompok, yaitu Standard Toolbar, View Toolbar, Desktop Toolbar, Debug Toolbar, serta Internet Toolbar.
Di bawah ini daftar shortcut yang sering digunakan dalam bahasa pemrograman Delphi.
Shortcut Keterangan
F1 Bila Anda membutuhkan bantuan dalam membuat aplikasi, tombol ini akan
menghubungkan Anda dengan Help Delphi.
F12 Shortcut ini berguna untuk pindah dari form ke editor kode dengan cepat.
Shift + F12 Shortcut ini berguna untuk menampilkan form yang sedang Anda kerjakan dalam
aplikasi.
Ctrl + F12 Menampilkan semua unit yang ada pada suatu proyek.
F11 Berguna untuk mengaktifkan Object Inspector.
Ctrl + F11 Membuka file proyek dengan cepat.
Shift + Ctrl + F11 Menampilkan Window Project Option.
F9 Mengeksekusi program yang sedang Anda kerjakan.
2.3. Component Palette, Form Designer, dan Object Inspector
Component Palette, Form Designer, dan Object Inspector secara bersama‐ sama digunakan untuk
membuat tampilan program.
2.3.1. Component Palette
Component palette berisi komponen‐ komponen Delphi (Visual/Non Visual VCL dan CLX) yang dapat
digunakan untuk mendesain tampilan program dalam suatu Form. Komponen yang ada dalam komponen
palette disusun dan dikelompokkan dalam page sesuai fungsinya. Misalnya tab standard hanya berisi
komponen standar yang biasa digunakan dalam pemrograman.
Contoh dari tab standard adalah komponen Button, Edit, Label, RadioButton, dan masih banyak lagi.





2.3.2. Form Designer
Bahasa pemrograman Delphi adalah sebuah IDE yang bertujuan untuk pembuatan aplikasi visual. Aplikasi
visual adalah aplikasi yang memerlukan interaksi dari user melalui penglihatan visual mereka. Bayangkan
apa yang terjadi apabila bentuk form yang dirancang terkesan acak‐ acakan. Oleh sebab itu, bahasa
pemrograman Delphi menyediakan fasilitas yang berfungsi untuk memudahkan Software Engineer dalam
merancang form secara user‐ friendly dan tentu saja harus mudah dimengerti oleh user. Adapun fasilitas
yang disediakan oleh Delphi dikenal dengan istilah Form Designer.
Form designer adalah form tempat untuk mengatur komponen sesuai dengan kebutuhan tampilan
program yang akan dibuat. Cara meletakkan komponen ke dalam form ada beberapa macam, yaitu :
 Click komponen pada component palette, kemudian click atau drag pada Form.
 Double click komponen pada component palette, maka komponen tersebut akan terletak pada
tengah form.
 Shift click pada component palette, kemudian click pada form beberapa kali untuk meletakkan
beberapa komponen. Untuk menormalkan kembali status click, tekan tombol panah pada bagian kiri
component palette.